Kamis, 09 Oktober 2014

MANUSIA DAN HARAPAN

MANUSIA DAN HARAPAN


A. Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.1
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat kita perhatikan :
Dasar kepercayaan adalah kebenaran.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :
a)      Kelangsungan hidup (survival)
b)      Keamanan (safety)
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)      Diakui linkungan (status)
e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)

Adapun lafadz do'a yang ada dalam al Qur'an bisa bermakna sebagai berikut:
1. Ibadah, seperti firman Allah: Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu termasuk orang-orang yang zhalim. (Yunus: 106).
2. Perkataan atau Keluhan. Seperti pada firman Allah: Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al Anbiya: 15).
3. Panggilan atau seruan. Allah berfirman: Maka kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling ke belakang. (ar- Rum: 52)
4. Meminta pertolongan. Allah berfirman: Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang at Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al Baqarah: 23).
5. Permohonan. Seperti firman Allah: Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." (al Mukmin: 49).
Macam-Macam Do’a
Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah (permintaan) dan do'a ibadah." 2
Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah:
Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi tiga:
a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)
b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.

• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Usaha-usaha Meningkatkan Percaya pada Tuhan
Usaha itu antara lain:

• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka    menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.

• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.

Selasa, 07 Oktober 2014

Manusia Dan Kebudayaan

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Karena pada hakekatnya manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang menjadi satu dan manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun menurut adat istiadat. Ada dua factor yang dapat membentuk sebuah budaya factor yang pertama Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan yang kedua budaya juga tercipta dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. 

 A. MANUSIA
Kata manusia memiliki arti yang berbeda beda apabila kita mengartikannya menurut dari berbagai cabang ilmu pengetahuan. manusia adalah kumpulan anatomi yang tersusun secara teratur menurut fungsinya atau partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satusama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan( politik ). Dan lain sebagainya.
 Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruangdan waktu.
b. Hayat; yaitu mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran,suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d. Nafs; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
a. Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libidomurni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secarainstingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri,tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
b. Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran osial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego  menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur
 Hakekat Manusia
Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.


 B. KEBUDAYAAN

Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.

C. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ?
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuia dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
 Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

Manusia Dan Keadilan



MANUSIA DAN KEADILAN


Manusia dan keadilan adalah dua hal yang bersangkutan dengan sikap dan tindakan dalam hubungan antar manusia, keadilan berisi sebuah tuntutan agar manusia memperlakukan sesama manusia dengan hak dan kewajibannya, perlakuan tersebut tidak pandang bulu atau pilih kasih, semua orang harus di perlakukan sama sesuai dengan hak dan kewajibannya.
Keadilan adalah suatu tindakan atau sikap yang adil, dalam arti kata tidak memihak.

KEADILAN SOSIAL

Seperti pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.
5 Wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang.
2.      Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.      Pemerataan pembagian pendapatan.
4.      Pemerataan kesempatan kerja.
5.      Pemerataan kesempatan berusaha.
6.      Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
7.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.




KEJUJURAN

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

KECURANGAN

Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Sebab-Sebab Seseorang Melakukan Kecurangan
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:
1.      Aspek Peradaban
2.      Aspek ekonomi
3.      Aspek kebudayaan
4.      Aspek tenik
Apabila ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

Minggu, 05 Oktober 2014

ORGANISASI PERUSAHAAN


Sejarah singkat Organisasi Perusahaan
Masalah organisasi telah ada dan sama tuanya dengan peradaban manusia. Sejak ribuan tahun sebelum masehi, telah terdapat pola organisasi yang tersusun rapi dan rumit, segala aspek terjangnya didasarkan atas peraturan yang terperinci dan ketat, dan diikuti oleh rentang kembali dan tanggung jawab yang khusus. Langsung saja, masalah organisasi berikut manajemennya, bukan barang baru. Kajian tentang hal ini di perjelas oleh para penulis manajemen sebelum tahun 1939 seperti Taylor, Fayol, Mayo, Follett, Weber : dan tokoh-tokoh manajemen sesudah tahun 1939 seperti Urwick, Brech Drucker, Herbert Simon, Mc Gregor dan Rensis Likert

Pengertian Organisasi
            Pengertia Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang tersusun dalam kelompok yang diarahKan untuk mencapai tujuan Spesifik. Organisasi adalah sistem kerjasama antar dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan.

Bentuk-bentuk Organisasi dalam perusahaan menurut pola hubungan kerja, serta lalu lintas wewenang dan tujuan,  bentuk organisasi itu dapat di bedakan seperti berikut :
  1. Bentuk Organisasi lini ( Line Organization).
  2. Bentuk Organisasi fungsional ( Funcional Organization ).
  3. Bentuk Organisasi Komisaris ( Commission  Organization ).
  4. Bentuk Organisasi Matriks ( Matrix Organization ).

Bentuk Organisasi Lini ( pencipta : Henry Fayol dari Prancis )

Ciri-Cirinya :
  • ·         Organisasinya Masih Kecil. 
  •       Jumlah Kariawan Masih Sedikit.
  •       Pemilik biasanya menjadi pimpinan tertinggi.
  •       Hubungan kerja antara pimpinan dengan bawahan pada umumnya bersifat langsung(face to face)
  •       Susunan organisasi tidak rumit.
  •       Tujuan yang di capai masih relative sederhana.
  •       Alat-alat yang dibutuhkan masih sangat sederhana.
  •       Produksi belum beranekaragam
Kelebihan :
·                     Kesatuan komando terjamin sangat baik.
·                     Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat.
·                     Rasa solidaritas antara kawan umumnya tinggi.
Kelemahan :
·                    Seluruh organisasi terlalu tergantung kepada satu orang .
·                    Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter.
·                    Kesempatan atau peluang karyawan untuk berkembang terbatas.

Bentuk Organisasi Fungsional ( Pencipta : Fedrick W. Taylor ).
            Bentuk organisasi fungsional ini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat hubungan yang tidak terlalu menekankan kepadahierarki structural, akan tetapi lebih banyak didasarkan kepada sifat dan jenis fungsi yang perlu di jalankan.
Kelebihan :
·                      Spesialisasi para karyawan dapat digunakan semaksimal mungkin.
·                      Solidaritas antara orang-orang yang menjalankan fungsi sejenis pada umum nya tinggi.
·                      Koorganisasi antara orang yang menjalankan suatu fungsi mudah dilaksanakan.
Kekurangan:
·                           Adanya kecenderungan bagi para karyawan terlalu menspesialisasikan diri dalam suatu bidang kegiatan tertentu,
·                           Orang yang bergerak dalam satu bidang tertentu cenderung mementingkan fungsinya saja.


Bentuk Organisasi Lini Dan Staff ( Pencipta : Harrington  Emerson )
            Merupakan organisasi yang besar kegiatannya cukup banyak dan kompleks, sehingga orang-orang yang berada dalam organisasi di bagi dalam dua kelompok.
a.       Kelompok Lini : yakni orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas dalam organisasi ,berhak mengeluarkan perintah dan mengambil keputusan-keputusan akhir.
b.      Kelompok staff atau pembantu : yakni kelompok orang-orang ahli dan orang-orang penunjang seperti orang-orang pada sekertariat, bagian peralatan/perlengkapan
Kelompok orang ahli ini ada 2 jenis yaitu :
1.      Asisten Pribadi.
2.      Asisten Ahli.
Kelebihan :
·                   Ada pembagian tugas yang jelas bagi setiap orang.
·                   Spesialisasi dalam pekerjaan dapat berkembang.
·                   Bakat setiap orang lebih mudah berkembang dengan adanya spesialisasi.
·                   Disiplin kerja cukup tinggi.
Kekurangan :
·                   Mudah timbul perselisihan dalam pekerjaan, karena adanya dua kelompok yang berbeda kewenangan.
·                   Dapat mengganggu kelancaran tugas

Bentuk Organisasi Komisaris
            Pimpinan bersifat kolega atau dewan, yang artinya terdiri dari beberapa orang dimana segala putusan diambil dan dipertanggungjawabkan secara bersama,
Kelebihan :
·                          Prinsip musyawarah berjalan sebaik-baiknya, sehingga semua saran pendapat dan ide dapat ditampung         dan diperhatikan.
·                          Keputusan yang diambil dapat memuaskan semua pihak, sebab semua pimpinan mempunyai hak,                 wewenang dan tanggung jawab yang sama.
·                 Kemungkinan seseorang untuk bertindak sendiri atau dictator sangat kecil.
Kelemahan :
·                          Proses pengambilan keputusan biasanya memakan waktu lama dan dengan demikian memakan tenaga           dan biaya yang cukup tinggi.
·                          Pelaksanaan kerja dapat macet karena banyaknya pimpinan yang mempunyai wewenang yang sama.

Bentuk Organisasi Matriks
            Bentuk organisasi matriks mencerminkan koordinasi antara depatrement/bidang bagian yang ada dalam organisasi. Struktur organisasi matriks bermaksud untuk mengombinasikan kebaikan-kebaikan kedua tipe desain structural dan fungsional dengan menghindarkan kekurangan-kekurangannya.
Kelebihan :
·                      Memaksimumkan efisiensi penggunaan tenaga-tenaga fungsional dan structural.
·                      Memberikan fleksibilitas kepada organisasi dan membantu perkembangan kreativitas dan melipat gandakan pemanfaatan sumber-sumber yang beraneka ragam .
·                     Mentsimulasi kerja antardisiplin dan mempermudah kegiatan-kegiatan perusahaan yang bermacam-               macam dengan orientasi proyek.
·                     Membebaskan manajemen puncak dari perencanaan.

Daftar Pustaka :

Kamis, 31 Oktober 2013

ISD

dengan berkembangnya ilmu pengetahuan masyarakat dapat menimba ilmu sampai tingkat perguruan tinggi dan tidak mengenal usia, hingga mendapatkan gelar tertentu yang di cita-citakan dan dengan gelar tersebut memudahkan kita untuk mencapai suatu kekuasaan atau jabatan yang kita inginkan dalam lingkup pekerjaan yang nanti akan di jalani, dalam skala besar bergabung dalam perusahaan. Contohnya, seseorang yang bekerja dengan lulusan SMA berbeda dengan lulusan sarjana dalam segi penghasilan di perusahaannya. dengan adanya gelar pendidikan dalam suatu lingkup kerja seseorang bisa mendapatkan kesempatan jabatan dengan lebih mudah dari seseorang yang tidak memiliki gelar pendidikan. Contohnya seorang direktur dengan pegawai biasa. Seorang direktur mendapatkan fasilitas tambahan dalam melaksanakan pekerjaan. seperti rumah dinas atau sopir pribadi dan fasilitas yang lainnya guna mendukung pekerjaannya, secara tidak langsung status sosial akan meningkat.Dengan bekal pendidikan yang didasari dengan akhlak yang baik seorang pemimpin yang memiliki gelar pendidikan akan lebih dihormati bawahannya sehingga dapat mengatur bawahannya untuk mencapai tujuan dalam suatu Perusahaan yang di pimpin bahkan kolega-koleganya.Seiring Meningkatnya pendapatan dan rekanan dalam kariernya akan Memudahkan kesempatan mendapatkan Pendapatan bahkan mungkin bisa Melek Finansial.